*10* CONTOH TEKS ANEKDOT LUCU (SINGKAT)
Sihir Penghapus
Didit dan adit duduk berdampingan dan berkonsenrasi mengerjakan soal ujian. Seperti biasanya didit tidak mempunyai penhapus.
Didit : dit, pinjem penghapus.
Adit : hmm baru beli ini. Penghapus yang kemarin kamu pijem dimana?
Didit : hmm kemarin kan dipinjam ayu penghapusnya.
Adit : ya itu tanggung jawabmu. Kamu yang pinjem kan awalnya.
Adit : hmm baru beli ini. Penghapus yang kemarin kamu pijem dimana?
Didit : hmm kemarin kan dipinjam ayu penghapusnya.
Adit : ya itu tanggung jawabmu. Kamu yang pinjem kan awalnya.
Didit hanya terdiam, memang dia yang lupa meminta penghapus adit yang dia pinjamkan ke ayu.
Ujian akhirnya selesai, didit, adit, dan dodot mekan di kanting seklah.
Dodot : adit, kamu kermarin bilang mau belajar sulap yang kemarin?
Adit : gak ah, aku mau belajar ke adit aja.
Didit : dari kapan aku bisa? Orang aku gak bisa.
Adit : bisa. Kan tiap hari kamu udah sihir penghapus aku jadi menghilang kan?
Adit : gak ah, aku mau belajar ke adit aja.
Didit : dari kapan aku bisa? Orang aku gak bisa.
Adit : bisa. Kan tiap hari kamu udah sihir penghapus aku jadi menghilang kan?
Dodot dan didit diam, didit menundukan kepala karena malu.
Didit : iya, pulang sekolah aku ganti ditttt.
Masalah pun selesai, mereka kembali membahas sulap dodot
Jin Sakti Pemberi Permintaan
JIN : HALLO GUUUYYYYSSSS, Kalian telah membangunkan saya dari tidurku katakan 1 keinginan kalian?
Remaja 1 : wooww asiiiiiik, saya meminta BIR/Minuman Keras terenakkkkkkkkk!!!
JIN : OKEEEE (di siapkanlah ruang dengan penuh bir berkualitas dunia untuk 10 tahun)
Remaja 2 : Giliran gue nih, gue meminta cewek yang asiiiiik banget !!
JIN : Itu mah gampaang! (disiapkannya ruang dengan cewe cantik cantik saat 10 tahun)
Remaja 3 : jika gue mah, meminta rokok yang sangat UWENAAAAK !
JIN : NIH MAKAN TUH ! (disiapkannya ruang penuh dengan rokok dari semua dunia saat 10 tahun)
10 tahun lalu!
Keluarlah mereka dari tempat persembunyiannya semasing ..
Remaja 1 jalan sempoyongan serta pada akhirnya wafat sebab kebanyakan minum bir…
Remaja 2 jalan dengan begitu lemas sebab terserang AIDS
Remaja 3 jalan dengan gagah…
JIN terheran heran lantas menanyakan : kok lo sehat sangat?
Remaja 3 : JIN KAMPRET ! korek apinya manaaa?
Remaja 1 : wooww asiiiiiik, saya meminta BIR/Minuman Keras terenakkkkkkkkk!!!
JIN : OKEEEE (di siapkanlah ruang dengan penuh bir berkualitas dunia untuk 10 tahun)
Remaja 2 : Giliran gue nih, gue meminta cewek yang asiiiiik banget !!
JIN : Itu mah gampaang! (disiapkannya ruang dengan cewe cantik cantik saat 10 tahun)
Remaja 3 : jika gue mah, meminta rokok yang sangat UWENAAAAK !
JIN : NIH MAKAN TUH ! (disiapkannya ruang penuh dengan rokok dari semua dunia saat 10 tahun)
10 tahun lalu!
Keluarlah mereka dari tempat persembunyiannya semasing ..
Remaja 1 jalan sempoyongan serta pada akhirnya wafat sebab kebanyakan minum bir…
Remaja 2 jalan dengan begitu lemas sebab terserang AIDS
Remaja 3 jalan dengan gagah…
JIN terheran heran lantas menanyakan : kok lo sehat sangat?
Remaja 3 : JIN KAMPRET ! korek apinya manaaa?
Pentol Korek Api
Mari anak-anak ini hari kita bermain untuk menebak suatu, Ibu Guru beri ciri-cirinya, anak-anak yang menjawab. Ok !!! Mari Budi apakah yang saya pegang ini kata bu Guru sekalian menghadap tembok, warnanya merah. bundar, manis rasa-rasanya? Budi menjawab ‘ Apel bu Guru !!!!
Salah Budi, yang saya pegang ini buah cherry, tetapi tidak apakah Budi, Ibu guru menjadi tahu apakah yang berada di dalam pikiranmu. Sebab jawabannya salah Budi si anak badung agak kesal juga.
Bu Guru gantian dong !! Saya yang beri ciri-cirinya ibu guru yang menjawab !! Bu Guru menjawab, Ok lah budi silakan maju ke depan.
Budi si anak badung maju kedepan sekalian menghadap tembok, si budi pegang suatu, sekalian menanyakan pada bu Guru.
Apakah ini bu Guru, panjangnya kurang lebih lima cm., kepalanya bundar warnanya merah ??? Bu Guru menjawab sekalian berteriak ‘ Budi !!!!!! Tidak bisa memberikan pertanyaan yang jorok, kamu memang kurang ajar basic anak badung tidak tahu diri!!
Budi menjawab, Lho ibu Guru kok geram ini khan hanya pentol korek api doang, tetapi tidak apakah bu Guru ‘ Saya menjadi memahami apakah yang berada di dalam pikiran bu guru.
Salah Budi, yang saya pegang ini buah cherry, tetapi tidak apakah Budi, Ibu guru menjadi tahu apakah yang berada di dalam pikiranmu. Sebab jawabannya salah Budi si anak badung agak kesal juga.
Bu Guru gantian dong !! Saya yang beri ciri-cirinya ibu guru yang menjawab !! Bu Guru menjawab, Ok lah budi silakan maju ke depan.
Budi si anak badung maju kedepan sekalian menghadap tembok, si budi pegang suatu, sekalian menanyakan pada bu Guru.
Apakah ini bu Guru, panjangnya kurang lebih lima cm., kepalanya bundar warnanya merah ??? Bu Guru menjawab sekalian berteriak ‘ Budi !!!!!! Tidak bisa memberikan pertanyaan yang jorok, kamu memang kurang ajar basic anak badung tidak tahu diri!!
Budi menjawab, Lho ibu Guru kok geram ini khan hanya pentol korek api doang, tetapi tidak apakah bu Guru ‘ Saya menjadi memahami apakah yang berada di dalam pikiran bu guru.
Kaya Yang Baik Hati
Dalam satu hari seseorang yang kaya raya mengendarai mobilnya di satu pedesaan. Ia hentikan mobilnya saat ia lihat ada seseorang ibu tengah mengonsumsi rumput. Ia menanyakan pada ibu itu kenapa ia mengonsumsi rumput. Ibu itu dengan susah berkata, “Ya saya begitu miskin, saya tidak miliki apa-apa lagi untuk dikonsumsi.”
“Kalau demikian mari turut saya ke rumahku.”
“Tetapi saya memiliki tujuh orang anak.”
“Dimana mereka?”
Ibu untuk menunjuk ke satu tempat. Disana ia lihat ada tujuh orang anak yang tengah mengonsumsi rumput.
“Ayo ajak mereka sekalipun.” Mereka juga masuk ke mobil orang kaya itu. Ibu itu yang terasa terharu akan kebaikan orang itu menanyakan,“Pak, apakah yang menggerakkan ayah demikian baik untuk membawa kami semua?”
Orang itu cuma menjawab, “Kebetulan rumput didalam rumah saya telah panjang-panjang.”
“Kalau demikian mari turut saya ke rumahku.”
“Tetapi saya memiliki tujuh orang anak.”
“Dimana mereka?”
Ibu untuk menunjuk ke satu tempat. Disana ia lihat ada tujuh orang anak yang tengah mengonsumsi rumput.
“Ayo ajak mereka sekalipun.” Mereka juga masuk ke mobil orang kaya itu. Ibu itu yang terasa terharu akan kebaikan orang itu menanyakan,“Pak, apakah yang menggerakkan ayah demikian baik untuk membawa kami semua?”
Orang itu cuma menjawab, “Kebetulan rumput didalam rumah saya telah panjang-panjang.”
Ternyata Kau Koruptor
Di malam hari mall ibu kota selalu ramai dipenuhi oleh muda mudi yang sedang pacaran, apalagi di malam minggu pengunjung mall bisa dua kali lipat dari hari biasa. Di malam itu Salsa dan kekasihnya Robin sedang malam minggu ke suatu mall di jakarta. Mereka nonton dan kemudian berbelanja pakaian. Mereka ingin membeli pakaian pesta yang akan dikenakan di acara pernikahan kakaknya.
Di counter yang menjual pakaian tersebut dipenuhi dengan gaun-gaun pesta dengan merk terkenal dan mahal pula harganya. Ada yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sebagai wanita, Salsa ingin kekasihnya yang memilihkan gaun pada dirinya, dia ingin memakai gaun yang sangat anggun dan menawan menurut versi kekasihnya.
‘’Yank bisa pilihkan baju yang paling bagus jika aku pakai untuk pesta nanti, aku ingin terlihat cantik dan menawan dengan gaun yang tidak murahan,’’ pinta Salsa pada kekasihnya. Ternyata Robin juga ingin agar Salsa yang memilihkan jas untuknya. Disela-sela memilah milah Salsa menemukan jas hitam super mahal dan mewah. Jas itu buatan desaigner ternama di luar negri yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.
Dia memilihkannya untuk sang kekasih. ‘’Yank tau gak baju apa yang harganya lebih mahal dari jas ini, tanya Salsa pada Robin dengan menyodorkan jas pilihannya. ‘’ apa ?’’ tanya Robin. Jas oranye yang belakangnya ada tulisanya KPK itu, tidak sembarangan orang bisa memakai pakaian itu, pasti orang-orang dengan uang milyaran bahkan trilyunan yang bisa memakainnya.’’
BERIKUT CONTOH" TEKS ANEKDOT LAINNYA:
Contoh Teks Anekdot Persahabatan
Suatu ketika aku dan temanku SMP sedang reuni di suatu tempat pameran. Temanku yang bernama dida ia terlambat ke pameran itu, karena ia terjebak hujan. Saat itu hujan deras. Dida menyapa teman-teman dan termasuk aku.
Aku : “hei did, apa kabar?” (sambil meraih tangn dida yang sengaja mengajak salaman
Dida : “iya baik, kamu nul gimana?”
Aku : “baik did, masak lu sehat sih did?”
Dida :”iya baik nul, emg gua kelihatan sakit apa?”
Aku :”iya, cobak liat kaki lu, kecil amat, bandingin sama kaki gua”
Dida :”kakimu sakit nul? Kok kayak bengkak”
Aku :”ini bukan bengkak, emang aku gendut”
Aku dan dida tertawas
Contoh Anekdot Lucu
Aku berbincang degan ayahku diruang tamu, kami sedang membicarakan soal hp baru. Ayahku tiba-tiba mengekuarkan hp barunya saat diruang tamu.
Ayah :”cahyo, ayah baru beli hp”
Aku :”ayah kok nggak bilang-bilang, beli sama siapa yah?”
Ayah :”ya sama ibumu toh”
Aku :”coba liat hp apa itu” (aku terkeejut)
Ayah :”gimana? Keren kan?”
Aku :”halah, mending tukerin aja yah, percuma hp android tapi ayah nggak bisa makenya, liat tangan ayah besar gitu, bisa bisa kepencet semua tuh dilayar hp”
Ayah :”hemmm gitu yaaa”
Ibuku yang mendengarkan tertawa
Contoh Teks Anekdot Singkat
Suatu ketika aku pulang sekolah, berjalan kaki. Ada seorang wanita cantik yang melihatku, ia juga sedangberjalan kaki Aku melihatnya dan dia melihatku.
Wanita cantik :”adek…”
Aku :”mbaknya (sambil terpesona melihat cantik wajahnya”
Gubraaaaakkk suara tong yang tidak sengaja ditabrak aku sendiri.
Wanita cantik :”tadi aku mau bilang ke adek awas ada tong, lihat jalan yang fokus ya dek”
Aku :”aduh, iya mbak. Maaf ya mbak”
Wanita cantik geleng-geleng kepala.
Contoh Cerita Anekdot Lucu
Suatu hari aku beserta keluargaku pegi ke pantai, hari itu tepat hari libur. Jadi ramai pengunjung.
Aku saat itu ingin pergi membeli camilan bersama adik sepupuku bernama alfan.
Aku :”fan, ayo beli itu” (telunjukku menujuk pada tukang cilok yang berada agak jauh dari kami)
Alfan :”ayo mbak”
Saat itu ramai sekali hingga aku memegang tangan adikku
Kita berjalan mengambil uang d tas dan bergegas untuk membeli cilok
Aku :”bang, beli ciloknya 3 bugkus lima riuan yaa”
Abang tukang cilok langsung mengambil pesanan cilok
Aku :”berapa bang?”
Abang: “15.000 toh neng”
Aku :”ohiya, loh uangu kok 2000, dek pinjem uangmu dong”
Alfan :”yaelah mbak, bilang aja kalo mau minta bayarin”
Aku :”heh,tau aja kamuu”
Alfan :”dasaar”
Aku tertawa, sedangkan dia cemberut
Contoh Teks Anekdot Pendidikan
Aku adalah seorang guru yang tidak bisa bersuara dengan keras. Saat itu bel berbunyi dan waktunya mengajar dikelas 8F.
Aku berjalan menuju kelas, dan anak-anak masih diluar kelas.
Aku :”nak, ayo masuk”
Tika :”apa bu, tidak dengar”
Aku bergegas kedalam kelas, dan ada tiba-tiba ada suara “selamat ulang tahun ya bu”
Tika sedang membawa kue tart yang sudah disiapkan tadi ketika diluar
Dipapan tulis tertulis “bu mita maafkan kami jika selama ini kami tidak pernah mendengarkan ibu ketika mengajar, dan ramai sendiri, kami hanya ingin diperhatikan dengan ibu, tapi kami tau perhatian ibu berbeda kepada kami. Perhatian ibu berupa kata-kata yang tidak kami saellau dengar, selamat ulang tahun bu mita’
Aku terharu, karena ternyata bukan suaraku yang tidak bisa keras, namun hanya anak-anak saja yang tidak ingin mendengarkanku dengan baik.
Mereka semua memelukku dan menangis.








